Kamis, 02 April 2015

Estetika dalam Intuisi

Malam ini aku kembali menulis dengan bagian dari Filsafat Cinta dimana aku sendiri pernah merasakan begitupun KaulaMuda lainya. Sebelum menyimpulkan arti dari tema ini alangkah baiknya aku share dulu definisi dari kata Estetika. Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika berasal dari bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Untuk pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.
Pada masa kini estetika bisa berarti tiga hal, yaitu:

1.Studi mengenai fenomena estetis
2.Studi mengenai fenomena persepsi
3.Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis. Begitu menurut pengetahuan yang aku dapat dari membaca history filsuf tentang Estetika. Dan kemudian ada satu lagi pikirku sangat berkaitan ataupun tak terpisahkan dalam kehidupan manusia yang penuh Cinta. satu kata yang mendalam “Intuisi” ya lagi lagi ini harus aku definisikan arti kata dari “Intuisi”. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran sama halnya Inilah Sentuhan Tuhan. Dan dua kata tersebut sering terjadi dalam kehidupan kita, mengapa aku ingin membahas ini, aku melihat betapa bahagianya jikala ini dapat hidup terus disetiap waktu dan sisa hidup manusia yang penuh cinta. Sukar bagi siapapun yang dapat mempertahankan Estetika dalam Intuisi ini karena ini juga berpengaruh penuh dengan iman kita, dimana bagiku iman itu labil tidaklah ada yang mampu dan membuktikan bahwa iman dapat tertahan atau tetap diatas. Dan aku simpulkan Estetika dalam Intuisi ini sangat akrab dengan KaulaMuda, bisa kita lihat KaulaMuda ketika suka dan mulai mendekati secara intens ia mulai merasakan Estetika itu hidup didalam Rasanya, dengan adanya Intuisi yang pertama hadir sebagai pendahuluan. Inilah sentuhan Tuhan yang sangat dahsyat hadir tanpa ada yang tahu kapan datang dan kapan perginya. Rasa syukurku sangat tinggi dengan apa yang pernah aku dapat dan itu nyata Estetika Hadir didalam Intuisi waktuku. Akupun berharap Estetika tidak pernah mati dalam Intuisi Intuisi yang akan bakal bermunculan tiap waktu dan hariku, karena aku masih butuh itu untuk pelengkap hidupku di Dunia.
Dan semua juga pasti butuh Estetika dalam Intuisi.
Jangan pernah menyesalkan ketika itu menyapa mu.

Kekhilafan hanya milikku, mohon maaf jikala salah berkata dalam tulisan yang terangkai.

"Abraham Djamil 24"

</div>
</section>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar